scentivaid.com mycapturer.com

Hot Threads

Semoga gambar ini bisa menyadarkan kita

Tiap orang memiliki cara untuk menyampaikan kritikan, kali ini lewat puluhan karikatur, sebuah akun Facebook berhasil membuat malu. Lihat sindirannya.
Sindiran-sindiran dalam karikatur ini sangat telak. Tanpa sadar di kehidupan kita sehari-hari banyak hal-hal yang dilakukan sudah melenceng dari hidup yang baik.
Karikatur-karikatur ini memberi tahu bahwa ada yang salah dengan apa yang telah dijalani.

Sebuah akun Facebook milik Arthur Wottschel seorang fitnessmodel memposting puluhan gambar yang akan membuat Anda terpana.
Akun tersebut resmi milik Arthur Wottschel yang telah diverifikasi oleh Facebook sebagai seorang atlet.
Tampaknya Arthur mengumpulkan berbagai gambar karikatur karya orang lain kemudian ia unggah.
Ini gambar-gambarnya, siap-siap tersindir:

Sebuah gambar bumi yang seolah sengaja dibakar. Global Warming menjadi isu serius kali ini. Dan karikatur ini sukses menjadi pusat perhatian

(images from: Arthur Wottschel)

Gambar ini mengingatkan kita akan adanya polusi udara hingga kritik akan penggunaan zat kimia untuk makanan-makanan alami.

(images from: Arthur Wottschel)

Tak sedikit orang lebih banyak menutup diri, enggan keluar untuk bergaul. Bergaulnya hanya melalui media sosial

(images from: Arthur Wottschel)

Tak sedikit orang lebih memilih jalan yang berliku dibandingkan jalan lurus di kehidupan sehari-hari. Melewati jalan lurus memang lebih butuh banyak perjuangan

(images from: Arthur Wottschel)

Memanfaatkan peluang. Pembuat karikatur tampaknya memberikan pesan bahwa buku bermanfaat untuk membuat kita makin tinggi, makin memiliki wawasan lebih luas dari tembok penghalang di depan kita

(images from: Arthur Wottschel)

Di kehidupan sehari-hari memang sering ditemui banyak orang yang memakai topeng dalam bergaul. Mereka bukan lagi menggunakan karakter dan perilaku diri namun menyiapkan bahkan memilih meniru orang lain, artis, selebriti atau tokoh. Bagaimana dengan Anda?

(images from: Arthur Wottschel)

Orang dewasa cenderung ingin menyamakan semua isi pikiran atau benak anak-anak, padahal tiap anak-anak diciptakan unik, memiliki kepandaian dan kreativitas yang berbeda satu di antara yang lain.

(images from: Arthur Wottschel)

Buku ditinggalkan yang dibutuhkan hanya gadget, gadget dan gadget.

(images from: Arthur Wottschel)

Di manapun setiap orang seolah tak bisa lepas dari gadget.

(images from: Arthur Wottschel)

Menolong hanya untuk pamer.

(images from: Arthur Wottschel)

Gadget seolah tak bisa lepas dari tangan kita.

(images from: Arthur Wottschel)

Seniman jalanan hanya difoto untuk dapat like dan smile bukan memberinya uang apresiasi. Uang adalah sesuatu riil yang dibutuhkan para seniman jalanan untuk menyambung hidup.

(images from: Arthur Wottschel)

Kecanduan gadget sampai kayak gini.

(images from: Arthur Wottschel)

Begini jadinya bila tak bekerjasama justru berseteru.

(images from: Arthur Wottschel)

Gambaran hidup orang yang selalu saling menjatuhkan. Akhirnya sama-sama celaka.

(images from: Arthur Wottschel)

Menggambarkan orang yang tak sadar mencari uang tapi telah mempertaruhkan nyawanya. Kenekatan, tak peduli kesehatan, dll.

(images from: Arthur Wottschel)

Menggambarkan tentang pendidikan yang mahal.

(images from: Arthur Wottschel)

Karikatur tentang kurangnya rasa syukur, orang miskin yang memiliki cinta sejati membayangkan seseorang yang punya pasangan kaya raya. Sebaliknya yang kaya menginginkan cinta sejati. Gambar bawahnya si miskin dengan banyak anak mendambakan kekayaan sementara si kaya mendambakan anak.

(images from: Arthur Wottschel)

Sekelompok orang yang terpecah dan memiliki keinginan sendiri-sendiri. Nekat mengarungi lautan luas dengan ombak besar menggunakan kapal-kapal kecil. Kapal besar mereka potong-potong, saling meninggalkan tak peduli orang lain.

(images from: Arthur Wottschel)

Sepertinya mau menolong ternyata hanya pamrih untuk mendapatkan hartanya. hal ini sering terjadi di kehidupan sehari-hari.

(images from: Arthur Wottschel)

Karikatur yang menohok, kekayaan berlimpah hingga tak bisa melihat kemiskinan di sekitarnya.

(images from: Arthur Wottschel)

Orang kaya makan enak, orang miskin makan piring. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin masih terjadi di bunia ini.

(images from: Arthur Wottschel)

Orang yang digambarkan sangat berkuasa sengaja memampetkan keran air untuk anak kelaparan. Sebuah sindiran yang sama persis dengan kondisi saat ini. Tak jarang terdengar kabar pekabat tinggi atau orang berkuasa yang menutup kucuran bantuan untuk orang miskin.

(images from: Arthur Wottschel)

Nyawa seolah tak ada harganya.

(images from: Arthur Wottschel)

Kecanduang gadget akut sampai-sampai tak sadar tumbuhan merambat di tubuh gadis ini. Sindiran yang menohok.

(images from: Arthur Wottschel)

Merokok itu membakar uang.

(images from: Arthur Wottschel)

Gunduli hutan demi kekayaan, harta atau uang berlimpah bagi segelintir orang.

(images from: Arthur Wottschel)

Gambar sindiran bagi para tenaga medis, yang seolah bekerja hanya karena uang.

(images from: Arthur Wottschel)

Persepsi media yang sering melenceng dari kenyataan.

(images from: Arthur Wottschel)

Bukannya menolong namun justru memotret agar bisa diunggah di jejaring sosial.

(images from: Arthur Wottschel)

Ilustrasi yang menggambarkan betapa mirisnya kehidupan zaman serba modern.

SEO FRIENDLY, MOBILE FRIENDLY, HIGH SPEED, NO JUNK, NO SPAM, BERMANFAAT, BERGUNA, MANDIRI.

Featured Content